Seo Services

Menikmati Memek Tante Yen

Cerita Cewek Genit - Gw Annga, saat ini gw sedang kuliah di PTS Bandung dan ngekos di daerah Jl. Sikaloa. Kejadian yang akan gw ceritakan ini terjadi saat gw sedang berkunjung ke rumah pacar gw, Vania. Mungkin kira-kira sekitar setengah sampai setahun kurang lah kejadian itu telah berlalu.



Sahabatkartu, DominoQQ, Domino99, Agen Dominoqq, BandarQ, Poker online, Bandarqq, QQ online, Domino 99, DominoQQ, Judi Kartu, Dominobet, AduQ, Adukiukiu

Dengan rasa canggung gw yang baru pertama kali datang ke rumah pacar gw itu, Cuma bisa terduduk menunduk malu di pekarangan rumah. Apalagi ketika kedua orang tua Vania datang menyapa gw, meskipun mereka berdua sangat baik pada gw, tetap saja gw merasa sangat malu. Mungkin emang pada dasarnya gw orangnya pemalu ya hehehehhe.

Apalagi tante Yen, ibunya Vania. Beliau sangat ramah sekali pada gw, bahkan gw bisa langsung akrab dengannya hanya dalam satu pertemuan. Mungkin ini karena sifat tante Yen juga yang gaul dan gampang berbaur dengan anak muda. Sedangkan Om Heru, seperti para bapak biasanya, orangnya kaku dan sedikit cuek tentunya. Cerita Dewasa

Akhirnya hari pertama gw ketemu dengan orang tua pacar gw berjalan dengan sukses, dan esoknya gw berjanji untuk datang kembali ke rumah mereka untuk berkunjung. Katanya sih tante Yen akan membuat kue pada hari itu, dan katanya gw harus mencobanya hehehe. Gw pun berjanji akan datang sekitar jam 10 pagi.

Esoknya sesuai janji gw dateng ke rumah Vania untuk berkunjung, namun ternyata Vania sama om Heru sedang pergi sebentar untuk membeli perlengkapan untuk acara nanti siang, gw juga ga tahu acara apa yang tante Yen maksud.

Akhirnya kami berdua berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan mereka berdua. Tante Yen sangat asyik diajak bicara, karena gw tidak merasa canggung sama sekali dengan tante Yen. Hingga akhirnya perbincangan gw dengan tante Yen mulai menjurus ke berbau sex, lebih tepatnya tante Yen tanpa canggung menceritakan keluhnya saat berhubungan dengan om Heru. Cerita Seks

“ Iya, Nga. Si om Heru itu maunya buru-buru, eh pas dia dah keluar malah langsung tidur.

Tante kan jadi kesel. Mana dia ga peka lagi.” Ucap tante Yen menggerutu.

“ Mungkin sebaiknya tante ngomong secara jujur ke om Heru.” Ucap gw dengan nada canggung.
“ Udah, Nga. Tapi si omnya ajah yang ga peka, malah cuek gitu.” Ucap tante Yen sambil menghirup air tehnya.

“ Ooo gitu ya, eh ngomong-ngomong hobi tante apa?” Tanya gw yang mencoba mengalihkan pembicaraan.

“ Hobi ya? Hobi yang kaya gimana tuh?” Tanya tante Yen.

“ Ya hobi apa saja, pokoknya sesuatu yang tante sukai.” Ucap gw menjelaskan maksud gw.

“ Hobi tante itu nyium bau kontol.” Ucap tante Yen datar, ekspresinya sama sekali tak berubah.

Bahkan ia seperti sedang membicarakan sesuatu yang wajar saja.

“ Eh?”

“ Iya, kan kontol ada aromanya tuh? Tante paling suka sama aromanya. Bikin tante rilex banget.” Ucapnya.

“ Ooo begitu ya…” Ucap gw yang kini harus memutar otak lagi untuk mencari topik lain.

Tiba-tiba tante Yen mendekati gw dan mengarahkan hidungnya ke arah selangkangan gw. Tentu saja hal itu membuat gw kaget sekaligus terkejut. Gw sampe salah tingkah melihat tingkah aneh tante Yen itu.

“ Eh tante, nga-ngapain?”

“ Bau kontol kamu enak juga, tante boleh nyium baunya kan?” Ucap tante Yen santai.

“ Tapi tante, Annga malu kan.”

“ Kenapa malu? Cuek ajah lagi. Boleh ya?” Ucap tante Yen memohon.

Karena gw bingung, gw pun mengangguk dan menyetujui keinginan aneh tante Yen. Begitu mendapatkan lampu hijau dari gw, kepala tante Yen langsung menyosor ke selangkangan gw dan menciumi kontol gw dibalik celana jeans gw. Cerita Sex

“ Sumpah Nga, bau kamu enak banget.” Ucap tante Yen. Gw hanya diam saja, sebab gw ga tau itu tuh pujian atau apa.

Dalam pikiran gw, gw sangat tersiksa karena gw mencoba sebisa mungkin agar tidak konak saat tante Yen menciumi bau kontol gw. Tak lama kemudian tante Yen menatap gw dengan tatapan serius.

“ Nga buka celananya gih, kena bahan jeans ga enak banget.” Ucap tante Yen.

“ Ta-tapi Annga Cuma pake boxer tanpa celana dalam ajah tante.” Ucap gw dengan wajah merah saat mengatakan hal itu. Itu adalah pengakuan gw yang paling memalukan.

“ Ya ga apa-apa, dibuka ya celananya,, please,,,” Ucap tante Yen memohon.

Melihat tatapan yang sangat memohon tante Yen membuat gw menjadi tidak tega dan lagi-lagi menyetujui keinginan aneh tante Yen itu. Gw langsung membuka celana jeans gw dan menanggalkannya di hadapan tante Yen. Tante Yen sedikit terpesona dengan tonjolan pada celana boxer gw.

Begitu gw duduk kembali tante Yen langsung kembali menciumi kontol gw. Sebenarnya gw ingin sekali keluar dari situasi ini, selain karena kami melakukannya di ruang tamu yang pintunya terbuka lebar, sehingga gw takut ada tetangga yang masuk. Gw juga takut hal ini ketahuan oleh si om Heru dan Vania.

Dengan ganas menciumi kontol dan mengocoknya secara cepat, otomatis pertahanan gw akhirnya goyah juga dan kontol gw ereksi dengan cepat. Tanpa sadar gw menikmati apa yang tante Yen lakukan pada gw, begitu gw sadar dari rasa nikmat ternyata tanpa gw sadari tante Yen telah memploroti boxer gw dan sedang mengoral kontol gw dengan rakusnya.

Tanpa sadar tangan gw mulai menjenggut rambut tante Yen dan mendorongnya ke kontol gw dan memaksanya mengoralnya dengan cepat. Mendapatkan perlakuan seperti itu, tante Yen menjadi semakin bernafsu dan semakin liar mengoral kontol gw.

“ Kamu suka kan Nga?” Tanya tante Yen.

“ Iya tante,,, arrrrr.” Ucap gw sembari mengerang kenikmatan.

Tante Yen tiba-tiba menghentikan aksinya dan menggiring gw ke arah dapur, di sana tante Yen langsung melerotkan celananya hingga sepaha dan menuntun kontol gw untuk memasukannya ke dalam mekinya.

Tanpa komando dua kali gw langsung mengarahkannya ke arah meki tante Yen. Awalnya terasa sangat sulit dengan posisi seperti itu, namun berkat bimbingan jemari tante Yen, kontol gw akhirnya berhasil masuk juga ke dalam liang senggamanya. Cerita Panas

Gw mulai mengocok dengan cepat kontol gw di dalam meki tante Yen. Meskipun tante Yen sudah memasuki usia kepala empat, tapi mekinya masih tetap seret dan kesat. Pasti tante Yen merawatnya dengan baik.

“ Arrr,,,” erang tante Yen.

“ Gimana tante?”

“ Enak banget Nga, lebih cepet.”

Tiba-tiba gw merasakan ada cairan hangat dari liang senggama tante Yen, dan capitan tante Yen pun semakin keras. Mungkin itu tanda tante Yen telah mencapai klimaksnya. Kini giliran gw yang mencapai klimaks gw.

Namun belum sempat gw mencapai klimaks, tiba-tiba sosok om Heru muncul dari ruang tamu dan melihat langsung ke arah gw. Untungnya gw masih mengenakan kaos, sehingga masih terlihat normal dihadapan om Heru karena bagian pinggul ke bawah gw tertutup meja dapur. Dan untungnya lagi celana dan boxer gw bawa ke dapur sehingga tak meninggalkan jejak di ruang tamu.

“ Eh, su-sudah pu-pulang om?” Tanya gw gugup, sedangkan kocokkan gw masih terus.

“ Iya nih.” Ucap om Heru.


“ Vi- Vinanya mana om?” Tanya gw.
“ Dia lagi ke warung dulu di depan perumahan, katanya ada yang lupa dibeli.” Ucap om Heru sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. “ Tante mana?”

“ E,,, mungkin lagi ke warung om. Ta-tadi katanya ada yang harus dibeli.”

Mendengar ucapan gw om Heru langsung mengangguk-angguk dan berjalan ke arah kamarnya untuk kamarnya untuk menaruh beberapa barangnya. Melihat itu gw langsung menghentikan kocokkan gw dan menyuruh tante Yen untuk segera merapikan dirinya. Tetapi tante Yen sama sekali tak mau mendengarnya dan langsung mengoral kembali kontol gw. Cerita Hot

Om yang telah selesai menyimpan barang-barangnya kembali ke luar kamar dan mendekati gw. Ia mulai menyusun barang belanjaannya di meja dapur tepat di hadapan gw, secara otomatis gw pun sambil membantu om Heru untuk menyusunnya. Sumpah gw tersiksa banget dalam kondisi ini.

Tiba-tiba gw merasakan akan ada sesuatu yang keluar dari kontol gw, dan tanpa gw pertahankan lagi sperma gw muncrat ke mulut tante Yen yang langsung ditenalnny. “ Crot,,,crot,,,crot,,,”

“ Arrrrrgghhhh,,” Erang gw secara spontan karena merasakan nikmat.

“ Ada apa Nga?” Tanya om Heru bingung.

“ Ga ada apa-apa om.”

Untungnya om Heru percaya dengan ucapan gw dan beberapa saat kemudian masuk kembali ke kamarnya, begitu melihat kesempatan itu gw langsung memakai celana gw dan melesat ke ruang tamu, begitu juga tante Yen yang langsung merapikan dirinya dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa di dapur.

“ Loh mah kapan datang?” Tanya om Heru yang terkejut melihat kehadiran tante Yen di dapur, sedangkan gw yang sudah ada di ruang tamu Cuma bisa harap-harap cemas mendengarkan di ruang tamu.

“ Baru ajah kok, pah. Emangnya ada apa?” Tanya tante Yen.

Meskipun pada sebelumnya tante Yen mengeluhkan tentang suaminya, gw lihat keduanya sangat mesra dan tanpa canggung berciuman di siang bolong, bahkan tak malu kalau tak sengaja gw melihat mereka. Lalu dengan menjilati bibirnya sendiri, om Heru terlihat sangat bingung.

“ Kok asin dan berlendir ya ma? Habis makan apa emangnya?” tanya om Heru.

“ Ada ajah, tapi enak kan pa?” Tanya tante Yen.

“ Iya, sih.” Lalu keduanya kembali berciuman.

Waduh sepertinya om Heru juga menikmati calon anak gw itu, dalam hati gw ingin ketawa juga melihat kejadian konyol itu. Setelah Vania kembali, kami berempat akhirnya menggelar acara panggang-panggang di pekarangan rumah.


Sejak saat itu gw sering sekali melakukan hubungan terlarang dengan tante Yen, dan untungnya Vinda dan om Heru belum curiga sama sekali. Do’akan jangan sampai terbongkar ya.
Menikmati Memek Tante Yen Menikmati Memek Tante Yen Reviewed by Cindy Lauren on March 28, 2021 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.